Pantai pertama yang sempat penulis singgahi di sini bernama pantai Lohgending. Terletak di km 29 sebelah barat kota Gombong. Pantai ini termasuk pantai yang paling terkenal di kawasan tersebut. Ini berkat keindahan dan kemistisan daerahnya. Panorama kala matahari terbenam di ufuk barat plus keindahan Kepulauan Nusa Kambangan—dari kejauhan—menjadi bonus yang mengasyikkan.
Keindahan Lohgending bahkan telah menarik perhatian para sinyo Belanda pada zaman penjajahan dulu. Banyak sinyo yang menjadikan tempat ini sebagai tempat pelesiran (berwisata, bahasa Jawa). Namun, Lohgending sendiri diambil dari nama sebuah pohon, Loh. Bentuknya mirip pohon beringin, tumbuh subur dan besar di pinggir pantai, lengkap dengan juntaian akar yang berserabut ke mana-mana. Di bawah pohon Loh yang berbuah gondang itu, para sinyo senang bermain. Pantai ini kemudian dinamakan Lohgending karena bila batang pohon Loh itu dipukul, akan keluar bunyi mirip gending (alat gamelan).
Selain keunikan namanya, pantai ini juga menawarkan keindahan muara sungai Bodo. Muara sungai besar ini bisa kita jelajahi dengan mengendarai perahu-perahu nelayan yang dapat kita sewa. Bila uang kita pas-pasan, bisa juga ikut trip sederhana selama dua jam menyusuri sungai menuju bagian hulu.
Saat sore hari di pantai ini tak terkirakan indahnya. Aroma sunset dan pemandangan nelayan yang sedang menjala sangat kontras di pandangan mata.
Lebih ke timur lagi kita bisa melihat pantai Pedalen. Pantai yang merupakan tempat berlabuh para nelayan dari laut selatan ini berada di 4 km dari pantai Lohgending. Bisa juga kita naik ojek untuk mengunjunginya, hanya sepuluh menit mengikuti jalan menanjak berbatu. Selesai di punggungan bukit, kita akan dibawa turun menuju lembah sempit berbentuk ceruk di pinggir laut.
Kawasan berluas sampai tiga hektar ini dahulunya merupakan tempat gerilya pejuang Indonesia saat melawan kekuasaan penjajahan Jepang. Banyak sekali nelayan berlabuh saat penulis sampai di sana. Mungkin karena tempat tersebut merupakan salah satu tempat pelelangan ikan terbesar yang ada di daerah tersebut.
Apabila masih tetap ingin melanjutkan perjalanan, kita bisa menyinggahi sebentar pantai Menganti yang terletak di desa Karang Duwur di timur pantai Pedalen. Pantai indah berpasir putih ini mengingatkan kita pada indahnya pantai Kuta dan Sanur di Bali sana. Lengkap dengan rumah-rumah Joglo (khas orang Jawa Tengah) yang menghiasi di sepanjang bukit pinggir pantai, terasa sekali keunikan budaya daerah ini. Apalagi bila kita menyempatkan pada sore hari naik ke atas bukit di belakang rentetan rumah-rumah joglo tersebut. Siluet rumah joglo dan hempasan ombak serta perjalanan matahari terbenam menjadi sketsa gambar yang tak akan terlupakan di benak kita.
Karang Bolong
Perjalanan mengikuti pantai selatan Gombong ini selanjutnya bisa diteruskan menuju ke arah pantai Karang Bolong. Mendengar namanya, pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Objek wisata pantai ini dengan tambahan ornamen karang yang bolong juga terdapat di sini. Cuma bedanya, kalau di Jawa Barat karangnya benar-benar bolong karena alami gerusan air, di sini karangnya menjadi bolong semata-mata karena buatan manusia.
Ini terjadi karena di daerah ini terkenal dengan industri sarang burung walet. Karena banyaknya burung walet di sana, maka dibuatlah sarang burung buatan seperti di karang tersebut. Diharapkan dari karang yang sengaja dibolongi tersebut, bisa menjadi tempat burung-burung membuat sarang dan menambah devisa daerah selain sisi wisata.
Bentangan Karang Bolong itu meluas sampai ke pantai. Lengkap dengan tambahan pohon-pohon kelapa yang tumbuh subur di sepanjang garis pantai mengingatkan kita pada pantai di Kepulauan Hawai nan indah.
Di sana juga ditawarkan paket acara wisata budaya pengambilan sarang burung walet. Biasanya ini dilakukan saat panen sarang burung tersebut. Acara yang disebut pengunduhan ini dilakukan hampir setahun sekali. Para pemanen sarang burung nantinya akan menggunakan rotan untuk menggapai sarang-sarang burung yang ada di tebing-tebing curam Karang Bolong. Sedangkan nama orang yang memanen sarang burung walet disebut sebagai pengunduh.
Pantai indah Petanahan juga dilengkapi dengan tempat berteduh untuk pengunjungnya yang berupa panggung terbuka. Tapi hati-hatilah, ombak yang datang kadang teramat besarnya hingga bisa menyeret pengunjung dan menewaskannya.
Pantai terakhir mungkin agak fenomenal kedengarannya. Pantai pasir yang terletak di arah selatan Gombong dan berjarak hanya 7 km di bagian barat pantai Karang Bolong ini terdengar dahsyat karena dipercaya sebagai pintu gerbang menuju istana Nyai Roro Kidul, sang penguasa pantai laut selatan.
Sebenarnya panorama yang tercipta di pantai ini tidak bisa dikatakan buruk. Sebab jika kita mengamati dengan saksama, pantai pintu gerbang istana Nyai Roro Kidul ini akan terlihat seperti bentuk beruang yang sedang minum.
Sumber : sinarharapan.co.id






June 30th, 2008 at 6:02 pm
Wao, Pantai Karang Bolong emang banyak menyimpan kenangan yang mendalam bagi aku !