Pernikahan Sehat? This Way…

Posted on 31 May 2008

Pernikahan adalah sebuah hubungan suci yang layak dipertahankan hingga maut memisahkan. Tapi yang terjadi sekarang, pasangan lebih memilih mengorbankan pernikahan hanya karena batas toleransinya telah terlanggar tanpa memberikan peluang perbaikan diri.

Beberapa hal kecil bisa dilakukan, bila komitmen untuk mempertahankan pernikahan masih menjadi tujuan utama. Hal kecil inilah yang sering terlupakan, karena dianggap sepele. Sepertinya tidak ada salahnya anda mencoba langkah berikut. Semoga bisa sedikit merubah ‘warna’ pernikahan anda.

Hal yang utama, meski sering dilupakan adalah Introspeksi Diri. Upayakan memperbaiki sedikit demi sedikit masing-masing pribadi dari hari ke hari. Jangan lupa saling menghargai perbaikan sekecil apapun yang telah diupayakan istri atau suami. Bukalah hati untuk selalu menerima umpan balik dari perbaikan istri atau suami. Perlu juga meningkatkan sedikit kadar toleransi antar pasangan.

Bila anda berdua sama-sama sibuk, Sisihkan Waktu Khusus untuk Berdiskusi. Diskusikan hal yang selama ini mengganjal di hati anda masing-masing, misalnya tentang perilaku keseharian. Kalau ada perbedaan yang tak dapat dihindari, tidak perlu memperuncingnya, anggap perbedaan tersebut sebagai bagian dari diri masing-masing pasangan. Karena tidak ada satu pasanganpun tanpa perbedaan spesifik, baik kepribadian maupun kebiasaan.

Hal yang paling sering merusak suasana adalah salah berkomunikasi, karenanya perlu anda Memperbaiki Cara Berkomunikasi. Mulailah mendengar secara aktif apa yang disampaikan pasangan dengan hati lapang dan penuh konsentrasi disertai kontak mata antar kedua pasangan.

Sekian lama membina rumah tangga, pastinya anda sudah melupakan masa-masa romantis. Padahal anda harus menyadari, Pentingnya Kegembiraan dan Humor mampu mempererat ikatan batin anda berdua. Untuk itu diperlukan kesediaan anda berdua meluangkan waktu khusus pergi berduaan. Berusahalah mengenang kembali hal-hal lucu dan indah ketika dulu anda berpacaran. Kemudian mulailah menyusun rencana yang sama-sama anda sukai, misalnya olahraga, menonton film atau melakukan aktivitas kesenian agar semakin banyak yang bisa dinikmati bersama.

Anda menerima pasangan anda tentunya dengan utuh, juga menerima sikap baik maupun buruknya. Jika suatu saat anda menemukan sebuah prilaku buruk dari pasangan anda, anda tentunya akan bersikap negatif (marah atau benci) dalam menanggapinya. Sebaiknya Hindari Bertahan dengan Sikap Negatif, karena sikap ini justru akan menambah jurang pemisah ikatan emosional anda dengan pasangan. Apalagi bila rasa benci ini berlanjut, anda bisa jadi malah menemukan ’orang lain’ dalam diri pasangan anda.

Rasanya tidak ada yang mengharapkan pernikahannya kandas di tengah jalan, semoga tulisan ini bermanfaat adanya. Dan temukan kembali gairah dan sensasi baru seperti masa pacaran dulu, sehingga anda bisa menjalani pernikahan anda dengan bahagia dan tentunya ’sehat’ jasmani dan rohani.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Send to Friend Send to Friend Print This Post Print This Post

1 Comments For This Post

  1. dian says:

    Inti dari pernikahan ataupun rumah tangga yang sehat sebenarnya adalah komunikasi…
    pernikahan dibangun oleh dua orang, dua keluarga, mungkin dengan dua latar belakang yang sangat berbeda, dan ketika itu tidak dipahami dengan baik akan mampu menimbulkan perselisihan yang g perlu…
    tetapi ketika semua itu mampu dikomunikaskan dengan baik, maka perjalanan rumahtangga itu sendiri ke depannya akan jadi lebih baik, masing2 pribadi mampu memahami pasangannya, sungguh indah rasanya bukan?
    dan pernikahan adalah ibadah, sesuatu yang harusnya bisa dipahami oleh setiap orang yang akan memutuskan untuk ‘menikah’…

    Terima kasih atas ruang yang tersedia untuk berkomentar…

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word