Penggabungan dua fungsi ruang adalah trik jitu menyiasati keterbatasan lahan dalam hunian.
Saat ini dengan semakin terbatasnya lahan yang tersedia di perkotaan untuk hunian, akan menuntut adanya efisiensi dalam memanfaatkan lahan yang ada. Untuk daerah-daerah pusat kota dengan tingkat kepadatan yang tinggi dan harga tanah yang relatif mahal, cenderung menuntut penggunaan bangunan secara vertikal atau ke atas.
Selanjutnya, hal ini akan membawa kita di dalam strategi pengoptimalan pemanfaatan ruang dalam rumah baik di area perkotaan maupun di pinggiran kota
yang memiliki lahan sempit. Demikian pula penggunaan ruangan dituntut semaksimal dan seefektif mungkin sehingga dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Ruang keluarga juga digunakan sebagai ruang tamu. Karena keterbatasan ruang, berdasarkan prioritas penggunaannya fungsi ruang tamu dapat ditiadakan dan dialihkan atau dibuat terpadu dengan ruang keluarga.
Mengapa hal ini dapat dan layak dilakukan? Dengan tingginya tingkat kesibukan pemilik rumah yang bekerja pada siang hari sehingga tingkat kunjungan tamu relatif rendah karena masing-masing orang memiliki kesibukan sendiri-sendiri, tidak memiliki banyak waktu untuk ngerumpi dan semakin jarang bersosialisasi dengan saling mengunjungi tetangga dan aktivitas sosial lebih banyak dilakukan di luar rumah.
Selain itu, orang yang datang berkunjung ke rumah dan diperbolehkan masuk cenderung orang yang sudah dikenal atau anggota keluarga sehingga tidak diperlukan batas-batas privasi yang ketat dan dapat digunakan ruang keluarga sebagai tempat penerima.
Agar rencana di atas dapat berjalan dengan baik, kita dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, mengganti fungsi ruang tamu dengan teras yang dilengkapi kursi agar dapat digunakan untuk menerima tamu atau tetangga sekitar.
Kedua, membuat area transisi antara teras depan dan ruang dalam. Kita membuat batas yang lebih privat antara ruang luar dalam hal ini teras dan ruang dalam. Misalnya dengan dinding masif berikut jendela kecil atau dapat juga berupa area ruang kecil sebagai penyangga atau buffer berupa foyer.
Ketiga, membuat perabot atau rak TV yang multifungsi. Perabot ini sebaiknya memiliki ukuran yang kompak dan bahkan kalau bisa pintunya dapat disembunyikan, disamarkan, atau dibuka dan ditutup.
Keempat, meletakkan perabot kursi ruang duduk yang nyaman sesuai fungsinya. Dengan fungsi utama sebagai ruang keluarga, maka kursi yang akan digunakan sebaiknya juga dapat dipakai untuk menonton TV. [sindo]







