Istri Harus Terus Belajar
Sebelum asap dalam rumah tangga muncul ke permukan, ada baiknya dari pihak istri juga harus meredam api yang mungkin muncul. Menurut Mardien, ada beberapa hal yang perlu dilakukan istri agar suami tidak memalingkan hati.
“Kita bisa mencegahnya kalau ada komunikasi yang intensif antar pasangan dan saling beri masukan,” Mardien menyarankan.
Istri pun harus memperhatikan dan menjaga penampilannya. Ini tentunya agar suami tidak bosan. Tak hanya di penampilan saja, istri juga harus tahu bagaimana caranya menghadapi suami. Termasuk, kedinamisan dalam perkembangan hidup.
“Bagaimana cara menghadapi suami, bagaimana kondisi yang berkembang sekarang ini, istri juga harus banyak dan terus belajar. Jadi istri harus tahu apa yang suami mau dan nggak ketinggalan momen,” sambung Mardien.
Hadapi dengan Pertimbangan
Saat suami jujur akan mendua, sikap terus terangnya bisa dibilang sebagai hal yang patut dipuji. Namun apa yang menjadi isi dari kejujurannya itulah yang menjadikan buah simalakama.
Dan sebetulnya niat suami untuk mendua sebetulnya bisa dibilang kurang pertimbangan menurut Madien. Baik itu dari pribadi dan juga agama. Pribadi karena ia mengambil kepentingan dirinya sendiri.
Sedangkan dalam agama sendiri yaitu Islam, Rasulullah itu kan mengambil istri dari orang-orang yang terlupakan oleh masyarakat. Para wanita yang dinikahi ini sudah tua, janda, dan dinikahi agar menjadi dihargai di mata masyarakat. “Jadi harus lihat agama itu sebetulnya seperti apa,” tegas Mardien.
Dan ketika menghadapi suami yang sudah mencoba jujur ini, istri juga harus bicara sesuai dengan hatinya dan jujur. Tidak perlu sampai marah-marah atau takut, serta ajak suami untuk mempertimbangkan plus minusnya.
Jadi ketika suami sudah bicara jujur, hadapilah dengan komunikasi yang tenang, gamblang, jelas, dan tertata. Jadikan pertimbangan dengan rasio dan agama sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
“Istri juga butuh kekuatan pribadi dan siap untuk menerima apapun konsekuensinya. Makanya jadi istri sekarang kita jangan sampai hanya menjagakan suami untuk masalah nafkah. Kalau ada masalah apa-apa, ia pun bisa siap menerimanya,” ujar Mardien.
Namun jika memang alasannya karena ada yang memang benar-benar tidak bisa dipenuhi istri, seperti maka sang istri memang harus siap untuk menerima keinginan suami tersebut. [blog ika]





