Dari penglihatan sekilas sih saya mengkategorikan orang ini sebagai orang yg cukup menyeramkan. Dengan dihadapkan dengan orang yang seperti ini, saya pun berniat untuk tidur saja didalam mobil.Tapi tidak berapa lama kemudian, semua yang saya prediksikan ternyata salah besar.
Ini terjadi lantaran ketika ada 2 orang anak smp turun dari angkot dan kemudian membayar ongkosnya. Ketika kedua orang tersebut membayar, keluarlah kata-kata “Terima Kasih yah Mbak” sebanyak 2 kali. Wow…..saya pun langsung terkejut mendengarnya. Menurut saya, sudah sangat jarang supir angkot mengucapkan terimakasih kepada penumpangnya, apalagi di Jakarta ini. Saya pun langsung merubah pandangan saya terhadap bapak supir ini.
Saya yang awalnya berniat untuk tidur di angkot, akhirnya saya pun membatalkan niat itu dengan tujuan ingin melihat kejadian lainnya. Benar saja prediksi saya, ternyata kejadian menarik lainnya pun muncul. Kejadiannya adalah ketika ada seorang ibu turun dari angkot. Kemudian sang ibu pun membayar ongkosnya sebesar Rp 2000 dan si ibu langsung pergi, namun tiba-tiba si supir berteriak, “Bu, ini kembaliannya Rp500″. Wuiih makin kaget saya. Jarang2 ada supir angkot mengembalikan uang kembalian ketika si penumpang tidak meminta/mengetahuinya. Dan tak lupa pula ia mengucapkan terimakasih. hmm…saya pun langsung berniat ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupan si supir ini. Saya pun mulai bertanya padanya, mulai dari sejak kapan narik, pulnya dimana, rumahnya, asalnya, sampai pekerjaan sebelumnya.
Tidak sia-sia saya bertanya, karna cukup banyak pertanyaan yang membuat saya kagum. Si supir mulai narik semenjak 5 tahun yang lalu, berasal dari cilacap. Hebatnya dia mempunyai angkot itu sendiri dan cara menjawabnya pun sangat rendah hati. Sungguh luar biasa orang seperti ini, semoga Allah selalu memberikannya Rejeki dan dimudahkan segala urusannya, amiin. Ada lagi, ternyata pekerjaan dia sebelum narik angkot adalah seorang enginer gardu(klo ga salah) di daerah cikarang. Dan penghasilannya sebenarnya cukup lumayan. Tapi diapun mengatakan alasannya keluar dari perusahaan tersebut karna sudah cukup jenuh.
Awalnya dia tidak diperbolehkan keluar dari perusahaan namun dia pun mengatakan kepada sang boss bahwa dia ingin mempunyai usaha lain. Dengan berat hati si boss pun menyetujuinya. wah2, kekaguman saya pun bertambah. dia berani mengambil suatu keputusan tanpa pamrih(kebanyakan orng dalam mengambil keputusan dengan melalui banyak pertimbangan seperti uang,dll). Sebenarnya saya masih ingin berbicara banyak kepada sang supir, namun apa boleh buat saya pun harus turun karna sudah sampai di tujuan. Mudah-mudahan saya dapat bertemu kembali dengan sang supir dan berbicara banyak padanya.





