Salah satu dampak yang merugikan bagi kulit manusia adalah munculnya penuaan dini yang diakibatkan terkena sinar ultraviolet yang terus menerus. Tetapi tidak semua sinar ultraviolet dapat merusak jaringan kulit manusia tergantung dari rentang panjang dan gelombang energi yang dimunculkan sehingga kerusakan yang timbul terjadi dalam beberapa tahap.
Sebagai contoh, infra red yang dihasilkan dari matahari mempunyai rentang panjang gelombang dan energi sebesar 1760 nm hingga 3000 nm dan visible hanya mempunyai panjang gelombang 400 nm hingga 760 nm. Dalam tahap ini energi yang rendah tidak menimbulkan efek ke kulit.
Utraviolet C atau UVC yang mempunyai panjang gelombang kurang dari 290 nm masih dapat tersaring lapisan ozon sehingga masuk kategori no worry terhadap kerusakan kulit. “Panjang gelombang UVC, Infra red dan visible tidak dapat diukur langsung oleh manusia sehingga seringkali sinar yang menerpa kulit kita dapat diabaikan,” ujarnya.
Inne mengingatkan untuk berhati-hati jika ultraviolet B (UVB) dan ultraviolet A (UVA) telah menyentuh kulit manusia dengan kekuatan panjang gelombang dan energi sebesar 290 nm hingga 320 nm dan 320 nm hingga 400 nm.
UVB dan UVA tersebut terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia sehingga masyarakat Indonesia khususnya diharapkan lebih berhati-hati dan dapat menjaga kelembaban kulitnya.
Untuk mengurangi penuaan dini, Anda dapat mengoleskan body lotion pada kulit setelah mandi dan beberapa jam sekali jika telah lama berada di ruangan ber-AC. Selain itu, menjaga kecukupan air yang masuk ke dalam tubuh juga dapat dipercaya sebagai salah satu upaya kelembaban kulit. Selain ultraviolet, polusi udara, asap rokok, pestisida, asap industri, konsumsi alkohol dan nutrisi yang buruk dapat menjadi salah satu pendorong penuaan dini. [kpl]







